DUNIA Adalah Laboratorium Kehidupan.

Tidak Ada Orang yang Benar!
Berani Memulai dan Revisi apa yang lebih dan kurang,Bangun setelah jatuh dan Berlari setelah gagal.

Tidak perlu dianggap salah,Tidak perlu dianggap Kalah,Tidak perlu takut dianggap tidak benar karna kita semua sedang belajar di laboratorium dunia..yakin bahwa proses Belajar ini akan menghasilkan diriku yang lebih baik.

Jumat, 23 Desember 2011

slalu aja melow,,,,hiks

Selalu bingung jika harus menuangkan apa yang dinamakan perasaan.

Lagi dan lagi … dalam diam ku bimbang.



Terlalu berat untuk bertindak,

terlebih setapak ku makin tak tampak.

Terlalu ngeri untuk melangkah,

tapi tidak segitu pengecutnya untuk berbalik arah.

Terlalu sombong untuk pasrah,

lihatlah… ku tak kan menyerah.



Inilah aku,

dengan jutaan masalah yang sepertinya makin mencintaiku.

Begitu posesifnya mereka membelengguku sampai-sampai ku merasa dungu.



Kian hari pola pikir kami makin berbeda.

"Mungkin saat ini aku sedang berada dalam kegundahan, kegundahan yang tidak bisa kupastikan. Seakan ...

ingin rasanya berteriak, menjerit, mencaci-maki, menyumpah serapah, mendengus dan menghebus".



"Entahlah ... aku juga tidak tahu, mengapa perasaanku seperti ini".

"Terkadang, aku ingin sekali pergi dan menjauh dari kehidupan yang ada,

tapi dari sisi lain aku tidak bisa berbuat apa-apa"



dan aku pun tidak ingin bersembunyi dari setiap kenyataan, aku tidak ingin tenggelam dalam ketiadaan,

aku hanya ingin kegundahanku hilang, hilang terbawa hembusan angin yang bisa menjauh tanpa harus kulalui setiap perjalanannya".



Dalam hening ... tak ku temukan jawaban, yang ada hanya sebuah hembusan, nafas-nafas yang mengalun mengikuti irama detakan nadi menjadikan jawaban, betapa berat rasanya "Sekikis Gundah" yang dirasakan. Kegundahan mampu menjadikan seseorang terpuruk dan terombang ambing dalam keberadaan dan ketiadaan.

tanggerang,23 december 2011

khouwkhouw sie chocolatte

Wahai wanita

Wahai wanita…

kami bukanlah batu karang yang tak

tergerus air…

kami bukanlah baja yang takkan patah…

kami bukanlah matahari yang takkan

pernah padam..



Wahai wanita.. ada saatnya kami ingin bersandar dibahumu dan dalam pelukmu..

bukan untuk bermanja2 atau bersengang ria…

sekedar mendapatkan tempat nyaman, walau sejenak…

Tidaklah mungkin kami bersandar dibanyak bahu..

hanya dibahumu seorang…

biarkan sejenak kukembali ke masa kecilku…

masa dimana kami tak perlu bertegang rasa..

tak perlu bertegap dada..

tak perlu berkeras muka….



Wahai wanita…

jika kami tak pernah menangis, itu bukan

berarti kami tak berperasaan. .

namun memang kami mempunyai cara sendiri

untuk menangis..

Jika kami terperangah dan bingung

melhiatmu menangis, bukan karena kami

menganggapmu tontonan..

bukan juga suatu kebanggaan membuatmu

menangis karena diriku..

semata2 karena kami tak tahu dan tak

mengerti, harus bagaimana kami saat itu….

Kusentuh, kau tepis..

kupeluk, kau dorong..

.

Wahai wanita… kami kadang sensitif bukan karena kami banci… karena sebenarnya hati kami jauh lebih rapuh dari kalian para wanita… kebetulan saja cangkang kami lebih keras sehingga lebih terlindungi dari benturan.. namun didalam sini, kami bagaikan agar-agar dibandingkan kalian yang keras bagaikan karang didalam, walau selembut sutra diluarnya…

.

Wahai wanita…

ku tertawa bukan karena merendahkanmu. ..

ku tersipu bukan karena kecantikanmu. .

ku terdiam bukan karena kata2mu…

Kutertawa karena kata2 lucumu

menyegarkan hatiku..

ku tersipu karena hatiku mulai terpaut

oleh pesonamu…

ku terdiam karena kusadari kumulai jatuh

cinta pada dirimu…


Tanggerang,23 desember 2011

khouwkhouw sie chocolatte