"Sätriä Tìmöër" Khouwkhouw site
Inilah aku...bukan dia N bukan mereka...
DUNIA Adalah Laboratorium Kehidupan.
Tidak Ada Orang yang Benar!
Berani Memulai dan Revisi apa yang lebih dan kurang,Bangun setelah jatuh dan Berlari setelah gagal.
Tidak perlu dianggap salah,Tidak perlu dianggap Kalah,Tidak perlu takut dianggap tidak benar karna kita semua sedang belajar di laboratorium dunia..yakin bahwa proses Belajar ini akan menghasilkan diriku yang lebih baik.
Berani Memulai dan Revisi apa yang lebih dan kurang,Bangun setelah jatuh dan Berlari setelah gagal.
Tidak perlu dianggap salah,Tidak perlu dianggap Kalah,Tidak perlu takut dianggap tidak benar karna kita semua sedang belajar di laboratorium dunia..yakin bahwa proses Belajar ini akan menghasilkan diriku yang lebih baik.
Kamis, 19 Januari 2012
Jumat, 23 Desember 2011
slalu aja melow,,,,hiks
Selalu bingung jika harus menuangkan apa yang dinamakan perasaan.
Lagi dan lagi … dalam diam ku bimbang.
Terlalu berat untuk bertindak,
terlebih setapak ku makin tak tampak.
Terlalu ngeri untuk melangkah,
tapi tidak segitu pengecutnya untuk berbalik arah.
Terlalu sombong untuk pasrah,
lihatlah… ku tak kan menyerah.
Inilah aku,
dengan jutaan masalah yang sepertinya makin mencintaiku.
Begitu posesifnya mereka membelengguku sampai-sampai ku merasa dungu.
Kian hari pola pikir kami makin berbeda.
"Mungkin saat ini aku sedang berada dalam kegundahan, kegundahan yang tidak bisa kupastikan. Seakan ...
ingin rasanya berteriak, menjerit, mencaci-maki, menyumpah serapah, mendengus dan menghebus".
"Entahlah ... aku juga tidak tahu, mengapa perasaanku seperti ini".
"Terkadang, aku ingin sekali pergi dan menjauh dari kehidupan yang ada,
tapi dari sisi lain aku tidak bisa berbuat apa-apa"
dan aku pun tidak ingin bersembunyi dari setiap kenyataan, aku tidak ingin tenggelam dalam ketiadaan,
aku hanya ingin kegundahanku hilang, hilang terbawa hembusan angin yang bisa menjauh tanpa harus kulalui setiap perjalanannya".
Dalam hening ... tak ku temukan jawaban, yang ada hanya sebuah hembusan, nafas-nafas yang mengalun mengikuti irama detakan nadi menjadikan jawaban, betapa berat rasanya "Sekikis Gundah" yang dirasakan. Kegundahan mampu menjadikan seseorang terpuruk dan terombang ambing dalam keberadaan dan ketiadaan.
tanggerang,23 december 2011
khouwkhouw sie chocolatte
Lagi dan lagi … dalam diam ku bimbang.
Terlalu berat untuk bertindak,
terlebih setapak ku makin tak tampak.
Terlalu ngeri untuk melangkah,
tapi tidak segitu pengecutnya untuk berbalik arah.
Terlalu sombong untuk pasrah,
lihatlah… ku tak kan menyerah.
Inilah aku,
dengan jutaan masalah yang sepertinya makin mencintaiku.
Begitu posesifnya mereka membelengguku sampai-sampai ku merasa dungu.
Kian hari pola pikir kami makin berbeda.
"Mungkin saat ini aku sedang berada dalam kegundahan, kegundahan yang tidak bisa kupastikan. Seakan ...
ingin rasanya berteriak, menjerit, mencaci-maki, menyumpah serapah, mendengus dan menghebus".
"Entahlah ... aku juga tidak tahu, mengapa perasaanku seperti ini".
"Terkadang, aku ingin sekali pergi dan menjauh dari kehidupan yang ada,
tapi dari sisi lain aku tidak bisa berbuat apa-apa"
dan aku pun tidak ingin bersembunyi dari setiap kenyataan, aku tidak ingin tenggelam dalam ketiadaan,
aku hanya ingin kegundahanku hilang, hilang terbawa hembusan angin yang bisa menjauh tanpa harus kulalui setiap perjalanannya".
Dalam hening ... tak ku temukan jawaban, yang ada hanya sebuah hembusan, nafas-nafas yang mengalun mengikuti irama detakan nadi menjadikan jawaban, betapa berat rasanya "Sekikis Gundah" yang dirasakan. Kegundahan mampu menjadikan seseorang terpuruk dan terombang ambing dalam keberadaan dan ketiadaan.
tanggerang,23 december 2011
khouwkhouw sie chocolatte
Wahai wanita
Wahai wanita…
kami bukanlah batu karang yang tak
tergerus air…
kami bukanlah baja yang takkan patah…
kami bukanlah matahari yang takkan
pernah padam..
Wahai wanita.. ada saatnya kami ingin bersandar dibahumu dan dalam pelukmu..
bukan untuk bermanja2 atau bersengang ria…
sekedar mendapatkan tempat nyaman, walau sejenak…
Tidaklah mungkin kami bersandar dibanyak bahu..
hanya dibahumu seorang…
biarkan sejenak kukembali ke masa kecilku…
masa dimana kami tak perlu bertegang rasa..
tak perlu bertegap dada..
tak perlu berkeras muka….
Wahai wanita…
jika kami tak pernah menangis, itu bukan
berarti kami tak berperasaan. .
namun memang kami mempunyai cara sendiri
untuk menangis..
Jika kami terperangah dan bingung
melhiatmu menangis, bukan karena kami
menganggapmu tontonan..
bukan juga suatu kebanggaan membuatmu
menangis karena diriku..
semata2 karena kami tak tahu dan tak
mengerti, harus bagaimana kami saat itu….
Kusentuh, kau tepis..
kupeluk, kau dorong..
.
Wahai wanita… kami kadang sensitif bukan karena kami banci… karena sebenarnya hati kami jauh lebih rapuh dari kalian para wanita… kebetulan saja cangkang kami lebih keras sehingga lebih terlindungi dari benturan.. namun didalam sini, kami bagaikan agar-agar dibandingkan kalian yang keras bagaikan karang didalam, walau selembut sutra diluarnya…
.
Wahai wanita…
ku tertawa bukan karena merendahkanmu. ..
ku tersipu bukan karena kecantikanmu. .
ku terdiam bukan karena kata2mu…
Kutertawa karena kata2 lucumu
menyegarkan hatiku..
ku tersipu karena hatiku mulai terpaut
oleh pesonamu…
ku terdiam karena kusadari kumulai jatuh
cinta pada dirimu…
Tanggerang,23 desember 2011
khouwkhouw sie chocolatte
kami bukanlah batu karang yang tak
tergerus air…
kami bukanlah baja yang takkan patah…
kami bukanlah matahari yang takkan
pernah padam..
Wahai wanita.. ada saatnya kami ingin bersandar dibahumu dan dalam pelukmu..
bukan untuk bermanja2 atau bersengang ria…
sekedar mendapatkan tempat nyaman, walau sejenak…
Tidaklah mungkin kami bersandar dibanyak bahu..
hanya dibahumu seorang…
biarkan sejenak kukembali ke masa kecilku…
masa dimana kami tak perlu bertegang rasa..
tak perlu bertegap dada..
tak perlu berkeras muka….
Wahai wanita…
jika kami tak pernah menangis, itu bukan
berarti kami tak berperasaan. .
namun memang kami mempunyai cara sendiri
untuk menangis..
Jika kami terperangah dan bingung
melhiatmu menangis, bukan karena kami
menganggapmu tontonan..
bukan juga suatu kebanggaan membuatmu
menangis karena diriku..
semata2 karena kami tak tahu dan tak
mengerti, harus bagaimana kami saat itu….
Kusentuh, kau tepis..
kupeluk, kau dorong..
.
Wahai wanita… kami kadang sensitif bukan karena kami banci… karena sebenarnya hati kami jauh lebih rapuh dari kalian para wanita… kebetulan saja cangkang kami lebih keras sehingga lebih terlindungi dari benturan.. namun didalam sini, kami bagaikan agar-agar dibandingkan kalian yang keras bagaikan karang didalam, walau selembut sutra diluarnya…
.
Wahai wanita…
ku tertawa bukan karena merendahkanmu. ..
ku tersipu bukan karena kecantikanmu. .
ku terdiam bukan karena kata2mu…
Kutertawa karena kata2 lucumu
menyegarkan hatiku..
ku tersipu karena hatiku mulai terpaut
oleh pesonamu…
ku terdiam karena kusadari kumulai jatuh
cinta pada dirimu…
Tanggerang,23 desember 2011
khouwkhouw sie chocolatte
Langganan:
Postingan (Atom)